Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Karmila Sari
Golkar Riau - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Karmila Sari soroti kesulitan petani akses berbagai program bantuan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
"Salah satu program yang sangat dibutuhkan petani kelapa sawit adalah program Sarana dan Prasarana (Sarpras). Tapi, program yang telah diluncurkan dari 2021 lalu hingga kini belum banyak dinikmati para petani kelap sawit," kata Karmila, dilansir dari laman elaeis.co, pada Minggu (22/10).
Tidak cuma itu, ujar Karmila, mengenai jalan di daerah perkampungan petani kelapa sawit sejauh ini minim perhatian. Jangankan bantuan dari BPDPKS melalui program Sarpras, bantuan dari pemerintah daerah pun menurutnya sangat minim.
Saat ini banyak petani kelapa sawit yang terpaksa memakai dana mereka sendiri untuk memperbaiki jalan-jalan rusak.
"Petani kelapa sawit banyak andil kok ke desa-desanya," jelasnya.
Dicontohkan Karmila, ada jalan di kampung mereka yang lambat diperbaiki pemerintah. Merekan urunan dan sumbang sama-sama untuk menutupi lobang-lobang di jalanan.
Bahkan, tak jarang pula para petani kelap sawit di perkampungan membayar alat berat secara bersama-sama untuk kepentingan desa mereka.
"Saat terjadi banjir, mereka menyumbang untuk membayar operator dan membayar minyak alat berat yang dipinjamkan pemerintah," ceritanya.
Harapannya, bisa menjadi perhatian pemerintah untuk bisa mempermudah berbagai program bantuan yang diberikan kepada petani kelapa sawit.