Menteri Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tidak Naik
Menteri Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tidak Naik

Golkar Riau - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite dan solar tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sempat melonjak dan nilai tukar rupiah melemah.

Menurut Bahlil, pemerintah masih mengacu pada rata-rata ICP sejak Januari 2026 yang berada di kisaran US$80 hingga US$81 per barel. Angka tersebut dinilai masih berada di bawah asumsi ICP dalam APBN yang telah ditetapkan bersama Presiden Prabowo Subianto sebesar US$100 per barel.

Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak dunia hingga sempat menyentuh US$117 per barel hanya terjadi sementara sebelum kembali turun ke level US$90 hingga US$80 per barel. Karena itu, kondisi saat ini dinilai masih dalam batas yang dapat ditoleransi pemerintah.

“Rata-rata ICP kita sekarang sekitar US$80 sampai US$81 sejak Januari hingga sekarang,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai belum ada alasan untuk menaikkan harga BBM subsidi. Bahlil menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.

“Belum sampai US$100 dan belum ada kenaikan. InsyaAllah subsidi BBM tidak akan kita naikkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyebutkan stok BBM nasional saat ini dalam kondisi aman.

Hingga 18 Mei 2026, stok BBM jenis RON 90 atau Pertalite tercatat mencapai 1,37 juta kiloliter dengan rata-rata konsumsi harian sekitar 85.560 kiloliter per hari. Dengan jumlah tersebut, ketahanan stok nasional Pertalite diperkirakan mencapai 16,4 hari.

“Sebagai laporan, stok BBM nasional sangat aman,” ujar Wahyudi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta.