Momen penyerahan SK Kepengurusan Alhidayah Riau bersama Ketum dan Sekjen DPP Alhidayah
Golkar Riau - DPD Pengajian Alhidayah Provinsi Riau yang baru beberapa waktu lalu melakukan Musyawarah Daerah ke-9 akhirnya menerima secara langsung SK dari Ketua Umum DPP Pengajian Alhidayah. Hj.Nuraini,SE.,MM sebut surat keputusan penetapan kepengurusan Alhidayan Provinsi Riau periode 2025-2030 telah diserahkan langsung oleh ketumnya tersebut.
"Alhamdulillah, disela kegiatan di Jakarta dan kesibukan Ketum Pengajian Alhidayah Ibu Hetifah kami menerima secara langsung pengesahan SK untuk Alhidayah Riau periode 2025-2030. Tentunya hal ini bisa semakin menguatkan kami dalam bekerja untuk membesarkan organisasi. Hal ini juga terjadi sesuai arahan dari Ibu Ketum, Sekjen dan Bendahara serta pengurus dpp alhidayah lainnya. Kami siap mengibarkan panji-panji organisasi di Negeri lancang kuning" tutup Bendahara DPD Golkar Riau ini yang juga merupakan Mantan Anggota DPRD Riau pada masanya.
Pada kesempartan yang sama, Ketum Alhidayah Dakwah Hetifah Sjaifudian berpesan Dakwah masa kini tak cukup hanya disampaikan lewat ceramah atau pengajian rutin. Perlu pendekatan baru yang kreatif, cepat, dan menjangkau lebih banyak audiens. Menyadari hal ini, DPP Pengajian Al-Hidayah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komisi X DPR RI menggelar Workshop Pelatihan Editing Video dan Konten Media Sosial di Hotel Mercure BSD, Tangerang, Senin (28/07/25).
Workshop bertajuk “Kreativitas dalam Dakwah Digital” ini menjadi upaya konkret membekali para peserta – mayoritas perempuan pengajian – agar mampu merespons perkembangan zaman. Konten dakwah kini harus tampil menarik, kontekstual, dan penuh empati agar bisa diterima generasi digital.
“Dakwah itu tidak bisa lagi disampaikan dengan cara lama. Kita harus masuk ke ruang-ruang digital yang diisi generasi muda, dan tampil dengan bahasa serta format yang mereka pahami,” ujar Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Al-Hidayah.
Ia menegaskan pentingnya peran ibu-ibu pengajian sebagai penyampai nilai kebaikan dalam bentuk yang lebih segar dan dekat dengan realitas audiens masa kini. Ia menyebut ibu-ibu sebagai “influencer” yang mampu menyentuh hati masyarakat sekitar.
Sumber : Radian TVOICE dengan tambahan.