Golkar Riau - Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M., menggelar kegiatan reses bersama warga Kelurahan Tangkerang Selatan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum, Kamis (30/4/2026) sore. Kegiatan ini difokuskan untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan fasilitas sekolah hingga sulitnya akses beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi hal itu, Karmila Sari menjelaskan bahwa Komisi X DPR RI bermitra dengan berbagai instansi di sektor pendidikan, seperti Kemendikdasmen, Kemendiktisaintek, Kementerian Kebudayaan, Kemenpora, Perpusnas, BRIN, hingga BPS. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermitra langsung dengan Kementerian Agama, sehingga dukungan untuk madrasah memiliki keterbatasan mekanisme.
“Untuk sekolah umum seperti SD, SMP, SMA, dan SMK, kami bisa membantu melalui program beasiswa maupun pembangunan. Sementara untuk madrasah, ada mekanisme berbeda, tetapi aspirasi tetap kami perjuangkan melalui jalur yang memungkinkan,” ujarnya.
Pihak MI Darul Ulum mengungkapkan bahwa sekolah mereka yang telah berdiri puluhan tahun masih minim perhatian, bahkan belum pernah mendapatkan bantuan signifikan untuk peningkatan fasilitas.
Menanggapi hal tersebut, Karmila mengajak masyarakat agar aktif dalam proses pendataan, terutama terkait Program Indonesia Pintar (PIP), yang dinilai masih belum merata penyalurannya.
Ia juga menjelaskan besaran bantuan PIP, yakni Rp450 ribu per tahun untuk siswa SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA/SMK.
“Kami pastikan bantuan ini langsung masuk ke rekening siswa tanpa potongan. Jika ada pungutan, masyarakat diminta untuk tidak melayani,” tegasnya.
Selain itu, Karmila turut menawarkan program beasiswa kuliah gratis bagi siswa kurang mampu, termasuk dukungan biaya hidup selama masa studi dengan syarat menjaga prestasi akademik.
Ia juga mendorong pengembangan sektor kebudayaan dan peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan, kegiatan seni, serta dukungan bagi pelaku UMKM dan generasi muda.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog interaktif, di mana masyarakat menyampaikan berbagai usulan, mulai dari pembangunan sekolah baru hingga peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Tangkerang Selatan.