Golkar Riau - Anggota DPR RI Dapil Riau, Karmila Sari, resmi meluncurkan buku perdananya berjudul Perempuan di Pentas Politik: Jejak Pengabdi Merawat Amanah di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat (8/5/2026).
Peluncuran buku tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan politik Karmila Sari, mulai dari kiprahnya di tingkat daerah hingga kini menjadi wakil rakyat di Senayan. Buku itu juga menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus motivasi bagi perempuan agar berani mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui jalur politik.
Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Taufik Ikram Jamil, menilai buku karya Karmila Sari memberi warna baru bagi dunia literasi politik di Riau, khususnya terkait kiprah perempuan dalam dunia politik.
Menurutnya, lembaga adat memang tidak terlibat dalam politik praktis, namun tetap harus memahami dinamika politik karena kebijakan politik sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.
“LAM tidak berpolitik, tetapi tidak boleh buta politik. Kehadiran buku ini menjadi catatan penting tentang bagaimana politik dijalani dengan nilai pengabdian,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Marjohan Yusuf, menyebut politik merupakan ruang yang dinamis dan penuh seni dalam membaca situasi. Ia mengapresiasi lahirnya buku tersebut sebagai bentuk kontribusi pemikiran dari seorang perempuan yang aktif di dunia politik.
Dalam kesempatan itu, Karmila Sari mengisahkan berbagai pengalaman yang ia jalani selama berkarier di dunia politik, mulai dari menjadi anggota DPRD hingga duduk di DPR RI. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkannya sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Saya mengalami banyak hal selama berada di dunia politik, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Yang paling penting adalah terus berdialog dengan masyarakat dan memperjuangkan kebutuhan daerah sesuai kewenangan yang ada,” kata Karmila Sari.
Karmila menambahkan, buku tersebut lahir dari keyakinannya bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pembangunan daerah. Ia berharap pengalaman yang dituangkan dalam buku itu dapat menjadi inspirasi dan bekal bagi perempuan lain untuk aktif berkarya dan berkontribusi di ruang publik.
“Saya berharap buku pertama ini bisa menggerakkan perempuan untuk berkarya, berkontribusi, dan meninggalkan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang sebagai amal jariyah,” tutupnya.