Peringati Maulid Nabi 1448 H, Empat Organisasi Perempuan Islam di Pekanbaru Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah
Peringati Maulid Nabi 1448 H, Empat Organisasi Perempuan Islam di Pekanbaru Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah ?

GOLKAR RIAU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M digelar hari ini, Selasa (1/9/2026), di Masjid Raya Senapelan, Kota Pekanbaru. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius, diikuti jamaah serta undangan yang hadir untuk memperingati kelahiran Rasulullah sekaligus mengambil keteladanan dari akhlak beliau.

Kegiatan ini diselenggarakan bersama oleh DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Riau, Majelis Taklim Masjid Raya Pekanbaru, Puan Pokanbaru, dan Puan Melayu Pekanbaru.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan penampilan Tim Sholawat/Hadroh DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Riau. Lantunan sholawat mengawali kegiatan dan menciptakan suasana religius sebelum acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC.

Selanjutnya, jamaah mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Masjid Raya Senapelan.

Pada pukul 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Riau. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dan mengimplementasikan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu mengambil keteladanan dari akhlak beliau dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Buya Mawardi Saleh Sampaikan Tausiyah

Memasuki acara inti, jamaah mendapatkan tausiyah agama yang disampaikan oleh Buya Dr. H. Mawardi Saleh, Lc., MA.

Dalam tausiyahnya, Buya Mawardi mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah harus diwujudkan melalui sikap, perilaku dan pengamalan sunnah beliau.

“Kalau kita mencintai Rasulullah, maka kecintaan itu harus dibuktikan dengan mengikuti sunnahnya dan meneladani akhlaknya. Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi manusia yang beriman, berakhlak, menjaga hubungan dengan sesama, serta memberikan manfaat bagi lingkungan,” tutur Buya Mawardi.

Ia juga mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang selesai ketika acara berakhir. Nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Maulid hanya selesai ketika acara selesai. Jadikan Maulid sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperbaiki akhlak dan semakin dekat kepada Allah SWT,” pesannya.

Perkuat Silaturahmi dan Ukhuwah

Selain tausiyah, kegiatan Maulid Nabi ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di antara jamaah serta organisasi perempuan Islam yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Kolaborasi DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Riau, Majelis Taklim Masjid Raya Pekanbaru, Puan Pokanbaru, dan Puan Melayu Pekanbaru menunjukkan semangat bersama dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan ditutup dengan foto bersama pada pukul 15.00 WIB. Para pengurus, panitia, jamaah dan tamu undangan turut mengabadikan kebersamaan dalam momentum peringatan Maulid Nabi tersebut.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Raya Senapelan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mengamalkan akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Mari menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan dan terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.