Golkar Riau - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau 2 dari Fraksi Golkar Komisi VI, Yulisman, S.Si.,M.M, menegaskan bahwa isu kelangkaan elpiji 3 kg yang beredar ramai diperbincangkan masyarakat adalah tidak benar. Hal ini dipastikannya ketika saat mendampingi Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meninjau penataan Gas Elpiji di pangkalan gas elpiji milik warga bernama Yusmaniar, di kawasan Jalan Tengku Bey Kelurahan Simpang Tiga, Kota Pekanbaru, Rabu (05/02/25).
Menurutnya, kuota gas subsidi tersebut tidak berkurang, sehingga seharusnya tidak ada masalah dalam distribusinya di tingkat pangkalan resmi.
“Kalau ada kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg di pangkalan, pemerintah daerah sampai tingkat kecamatan dan desa harus turun langsung meninjau. Bisa jadi ada permainan oknum pemilik pangkalan dan pembeli yang biasa membeli dalam jumlah besar,” ujar Yulisman.
Ia juga menyoroti panjangnya antrean di pangkalan sebagai dampak dari kebijakan baru yang melarang penjualan elpiji subsidi di pengecer atau warung. Kini, masyarakat hanya bisa membeli gas melon di pangkalan atau sub-penyalur resmi yang terdaftar di Pertamina.
“Ini wajar terjadi karena masyarakat yang sebelumnya bisa membeli di pengecer sekarang harus ke pangkalan. Saya setuju dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mendorong pengecer mendaftarkan diri secara resmi agar bisa menjual elpiji 3 kg sesuai aturan,” lanjutnya.
Yulisman menegaskan bahwa kebijakan baru tata niaga elpiji 3 kg bertujuan melindungi masyarakat miskin agar mendapatkan gas subsidi dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Sesuai Peraturan Presiden No. 104 Tahun 2007 dan No. 38 Tahun 2019, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, serta nelayan dan petani sasaran.
“Kita ingin subsidi ini tepat sasaran, bukan malah dinikmati oleh pihak yang tidak berhak. Harga di pangkalan harus sesuai dengan HET, bukan harga tinggi seperti di pengecer,” katanya. Selama ini, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer kerap melambung jauh di atas HET. Di Pekanbaru, misalnya, HET elpiji melon sebesar Rp18.000, tetapi di pengecer bisa mencapai Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung, bahkan Rp30.000 saat terjadi kelangkaan.
Sumber: https://riautribune.com/news/detail/31014/yulisman-tidak-ada-kelangkaan-elpiji-3-kg-pemda-harus-awasi-distribusi