Golkar Riau - Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, menegaskan pentingnya mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, keberhasilan memperoleh pekerjaan tidak lagi hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Bina Talenta di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Senin (29/6/2026).
Karmila mengatakan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah kebutuhan dunia kerja. Karena itu, mahasiswa harus mampu menguasai keterampilan baru agar tetap memiliki daya saing.
"Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Dunia kerja berubah sangat cepat, bahkan kita akan berhadapan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI). Teknologi bukan untuk ditakuti, tetapi dimanfaatkan agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan produktif," ujar Karmila.
Selain memiliki kemampuan akademik, Karmila menilai mahasiswa juga harus mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta literasi digital. Menurutnya, berbagai kemampuan tersebut kini menjadi kebutuhan utama di dunia kerja.
Wakil Ketua Umum PP Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) itu juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Ia mendorong mahasiswa aktif mengikuti organisasi, seminar, pelatihan, maupun komunitas untuk memperluas pengalaman dan jejaring profesional.
Menurut Karmila, salah satu tantangan ketenagakerjaan di Indonesia saat ini adalah masih tingginya lulusan perguruan tinggi yang belum siap memasuki dunia kerja akibat minim pengalaman dan adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa terus meningkatkan kualitas diri melalui penguasaan teknologi digital, kemampuan berbahasa asing, serta membangun disiplin dan etos kerja sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, Karmila juga menegaskan komitmennya sebagai anggota Komisi X DPR RI untuk terus memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Provinsi Riau. Ia menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Universitas Lancang Kuning, termasuk bantuan sarana pendidikan senilai sekitar Rp500 juta serta dukungan pembukaan sejumlah program studi baru.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri harus terus diperkuat agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di era transformasi digital.
"Melalui sinergi yang kuat, kita berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa," tutup Karmila.