Anggota Komisi XII DPR RI Yulisman Nilai Riau Potensial Jadi Percontohan CNG
Anggota Komisi XII DPR RI Yulisman Nilai Riau Potensial Jadi Percontohan CNG

Golkar RiauAnggota Komisi XII DPR RI, Yulisman menilai pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG yang masih cukup tinggi hingga saat ini.

Menurut Yulisman, sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Karena itu, pemerintah dinilai perlu segera menghadirkan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tidak hanya melalui pembangunan jaringan gas (jargas), tetapi juga lewat pengembangan CNG yang lebih fleksibel dan cepat diterapkan.

“CNG bisa menjadi solusi transisi yang realistis. Indonesia memiliki cadangan gas domestik yang besar, tinggal bagaimana distribusinya diperkuat agar bisa menjangkau masyarakat dan sektor usaha,” ujar Yulisman.

Ia menjelaskan, penggunaan CNG berbasis gas alam domestik dinilai lebih efisien dibandingkan LPG impor. Selain dapat menekan biaya energi, pemanfaatan CNG juga diyakini mampu mengurangi beban subsidi energi dalam APBN.

Ketua DPD Golkar Riau itu menilai pengembangan CNG sangat potensial diterapkan di wilayah penghasil gas yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan pipa gas. Beberapa daerah seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan disebut memiliki peluang besar menjadi kawasan percontohan implementasi CNG melalui konsep virtual pipeline.

“Daerah penghasil gas seperti Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan sangat potensial. Implementasinya bisa dimulai untuk kebutuhan industri, UMKM hingga perumahan,” jelas legislator asal Dapil Riau II tersebut.

Yulisman juga menyinggung keberhasilan sejumlah negara seperti India, Pakistan, dan Argentina dalam mengembangkan pemanfaatan CNG. Menurutnya, optimalisasi gas domestik terbukti mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus meningkatkan efisiensi energi nasional.

Ia menegaskan, pengembangan CNG perlu menjadi bagian dari strategi besar ketahanan energi nasional. Selain percepatan pembangunan jaringan gas di kawasan perkotaan, pemerintah juga didorong memperkuat program hilirisasi energi, termasuk gasifikasi batubara, guna mewujudkan kemandirian energi Indonesia di masa depan.