Golkar Riau - Ketua Komisi V DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, menanggapi temuan Inspektorat Provinsi Riau terkait praktik mark-up harga seragam sekolah di sejumlah SMA Negeri di Riau. Berdasarkan hasil audit terhadap 56 sekolah, ditemukan 31 SMAN yang melakukan kelebihan penetapan harga seragam, sehingga terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp566,26 juta yang harus dikembalikan kepada orang tua atau wali murid.
Menanggapi hal tersebut, Eet menilai kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang pada masa mendatang. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengambil hikmah dari persoalan yang telah terjadi dan memperbaiki tata kelola ke depan.
"Persoalan seragam sekolah ini sudah terjadi. Yang terpenting sekarang bagaimana kesalahan seperti ini tidak terulang lagi," kata Eet, Selasa (9/6/2026).
Politisi Partai Golkar itu menegaskan dirinya tidak ingin menyalahkan sepihak, baik pihak sekolah maupun pihak lainnya. Ia menyebut proses pengadaan seragam sebelumnya juga dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dengan wali murid.
Namun demikian, setelah adanya instruksi dari Gubernur Riau agar kelebihan pembayaran dikembalikan, maka kebijakan tersebut harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya tidak ingin menyalahkan pihak sekolah. Pada prinsipnya ada kesepakatan dengan wali murid. Tetapi karena sudah ada arahan dari Pak Gubernur untuk mengembalikan kelebihan pembayaran, tentu harus dilaksanakan. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk ke depan lebih baik lagi," ujarnya.
Selain persoalan seragam, Eet juga mengingatkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap berbagai program dan kegiatan di lingkungan sekolah. Menurutnya, pengawasan yang baik akan membantu mencegah munculnya persoalan serupa serta meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan di Riau.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikan temuan tersebut sebagai momentum perbaikan, sehingga pelayanan pendidikan kepada masyarakat dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.