Golkar Riau - DPD II Partai Golkar Kota Pekanbaru mendorong Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pekanbaru mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari transformasi sistem pengawasan menjelang Pemilu 2029. Pemanfaatan teknologi dinilai mampu meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kecepatan penanganan laporan dugaan pelanggaran pemilu.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar Bawaslu Kota Pekanbaru bersama DPD II Partai Golkar Kota Pekanbaru di Kantor DPD II Partai Golkar Kota Pekanbaru, Senin (6/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi antara penyelenggara pemilu dan partai politik guna memperkuat sistem pengawasan di luar tahapan pemilu serta menghimpun berbagai masukan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru, Ferdy, mengatakan konsolidasi demokrasi merupakan upaya membangun komunikasi yang lebih intensif dengan seluruh peserta pemilu. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga melakukan pencegahan pelanggaran, memetakan potensi kerawanan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Kami ingin memperoleh masukan secara langsung dari partai politik mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan. Seluruh masukan itu menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengawasan pemilu ke depan," ujar Ferdy.
Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Pekanbaru, H. Roni Amriel, SH., MH., mengapresiasi langkah Bawaslu yang membuka ruang dialog dengan partai politik jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai.
Menurut Roni, komunikasi yang baik antara penyelenggara pemilu dan peserta pemilu menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengawasan yang lebih partisipatif dan berkualitas.
Namun demikian, ia menilai tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi. Karena itu, Bawaslu didorong untuk mulai mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).
"Teknologi berkembang sangat cepat. AI seharusnya menjadi peluang bagi Bawaslu untuk meningkatkan kualitas pengawasan. Masyarakat dan partai politik tentu akan lebih percaya apabila tersedia sistem pelaporan yang mudah diakses, cepat ditindaklanjuti, serta proses penanganannya dapat dipantau secara transparan," ujar Roni.
Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem pelaporan yang lebih cepat, akurat, dan transparan. Selain memudahkan masyarakat maupun peserta pemilu dalam menyampaikan laporan, AI juga dinilai mampu membantu Bawaslu melakukan analisis data, memetakan potensi pelanggaran, hingga mempercepat proses verifikasi terhadap laporan yang masuk.
Roni menegaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah yang perlu dipersiapkan sejak dini agar sistem pengawasan pemilu mampu mengikuti perkembangan zaman dan menjawab tantangan demokrasi di era digital.
Selain mendorong pemanfaatan AI, Golkar juga berharap Bawaslu terus memperluas ruang komunikasi dengan partai politik dan masyarakat sehingga pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi menjadi gerakan bersama dalam menjaga integritas demokrasi.
"Semakin terbuka ruang komunikasi, semakin kuat pula demokrasi kita. Bawaslu harus menjadi lembaga yang mudah diakses masyarakat, terbuka menerima kritik, dan responsif terhadap setiap laporan yang disampaikan," tutup Roni.
Selain jajaran pengurus DPD II Partai Golkar Kota Pekanbaru, kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Pekanbaru Sovia Septiana, S.Sos dan Putri Varadina, S.IP., M.Si.